Jawaban Atas Tulisan Bahwa Nabi Muhammad Perampok

Juli 1, 2010 11 komentar

Oleh Ahmed Othman

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Tulisan ini adalah jawaban dari sebuah tulisan yang sesat dari sebuah grup dengan alamat disini. Dalam tulisannya disebutkan historis Nabi Muhammad Saw. seperti berikut:

“Setelah menikahi Khadijah, wanita pedagang kaya, Muhamad berhenti bekerja. Untuk mengurus enam anak mereka dan tiga anak Khadijah dari pernikahan dia sebelumnya, Khadijah melalaikan pekerjaannya. Muhammad sering tidak dirumah untuk mengurus anak2. Dia menghabiskan hari2nya menjelajah gua2 dan berkelana dialam pikirannya. Akibat dari melalaikan pekerjaannya itu, kekayaan khadijah menyusut drastis. Ketika Muhammad pindah ke Medina, dia sudah melarat. Para pengikutnyapun orang2 melarat. Mereka entah budak2 atau anak2 muda yg tidak puas dg kehidupan mereka. Para pengikutnya di Medina juga kebanyakan para buruh sengsara yg bekerja bagi orang Yahudi. Tapi beberapa tahun kemudian, Muhammad menjadi orang terkaya di jazirah Arab, memiliki onta, ternak, budak, istri2 dan harta karun. Darimana dia mendapat kekayaan begitu banyak dalam waktu begitu cepat?Melalui perampokan dan perampasan.”

Tulisan ini sangat sesat dan tujuannya hanya menanamkan keyakinan ragu terhadap setiap muslim yang membacanya. Terdapat banyak kesalahan yang entah sengaja dibuat-buat atau sang penulis memang bodoh. Baca selanjutnya…

Yang Aneh dari Islam Liberal

Juni 18, 2010 5 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Penulis : Ibnu Maryam

Berikut ini adalah petikan dari ucapan beberapa tokoh Islam Liberal di Indonesia disertai referensi yang cukup jelas untuk menjamin otentisitasnya. Saya berusaha memberikan jawaban seobjektif dan sesederhana mungkin dengan cara yang dapat dipahami setiap orang. Hanya kepada Allah-lah kami berlindung dari godaan syetan dari golongan jin dan manusia yang terkutuk.

“Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).

Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah : Apakah Ulil sudah pernah melakukan studi perbandingan agama sebelumnya? Jika ya, agama-agama apa sajakah yang sudah diperbandingkannya? Selain itu, sebagai manusia yang intelek, seharusnya ia tidak membuat klaim begitu saja, melainkan memberikan bukti-bukti yang konkrit. Baca selanjutnya…

Menjawab Tuduhan ali sina bahwa Islam Melakukan Kekerasan Kepada Orang NonMuslim

Juni 17, 2010 10 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya

tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan!  Sungguh tak berperikemanusiaan!

Selain itu ali sina juga menambahkan

Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci barat dan yahudi. Muhammadlah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang-orang nonislam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Muslim bisa bergaul dengan negara-negara lain sambil menggenggampesan-pesan kebencian di Quran sebagai firman Tuhan?. Banyak orang-orang Muslim yang pindah ke negara-negara nonMuslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara-negara nonIslam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan nonMuslim jika kita menjadi kalangan mayoritas

Baca selanjutnya…

Memahami Takdir Allah

Juni 16, 2010 3 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Kaum muslimin yang semoga dimuliakan oleh Allah ta’ala, salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah beriman kepada takdir baik maupun buruk.

Perlu diketahui bahwa beriman kepada takdir ada empat tingkatan :

  1. Beriman kepada ilmu Allah yang ajali sebelum segala sesuatu itu ada. Di antaranya seseorang harus beriman bahwa amal perbuatannya telah diketahui (diilmui) oleh Allah sebelum dia melakukannya.
  2. Mengimani bahwa Allah telah menulis takdir di Lauhul Mahfuzh.
  3. Mengimani masyi’ah (kehendak Allah) bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak-Nya.
  4. Mengimani bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu. Allah adalah Pencipta satu-satunya dan selain-Nya adalah makhluk termasuk juga amalan manusia. Baca selanjutnya…

Proses Pembentukan Hujan Menurut Al Qur’an

Juni 16, 2010 4 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. QS Al-Hijr ayat 22

Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan. Baca selanjutnya…

Keseimbangan Jumlah Kata didalam Al Qur’an

Juni 16, 2010 129 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Allah swt berfirman :

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. QS Al-Baqarah ayat 23

Dan pada ayat berikutnya Allah swt berfirman :

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. QS Al-Baqarah ayat 24

Pada dasarnya bahasa Qur`an sedemikian fasih dan indah sehingga setiap orang yang walaupun sedikit memahami bahasa Arab, dengan membaca ataupun mendengar lantunan ayat, dengan sendirinya akan memahami bahwa tidak ada satu orator pun yang dapat berbicara dengan bahasa yang sedemikian rupa fasihnya. Bahasa dan ucapan fasih tersebut tidak mungkin berasal dari manusia. Mukjizat Alquran tidak terbatas pada pengetahuan-pengetahuan mendalam berupa ilmu logika, sosial, keindahan serta kefasihan bahasa dan ilmu tentang rahasia alam gaib yang sangat menakjubkan. Setiap hari terungkap bidang-bidang baru dari keajaiban-keajaiban Alqur’an. Sebagai contoh hingga kini terdapat beberapa hal tentang mukjizat angka dalam Alqur’an yang di jelaskan melalui penelitian secara seksama. Baca selanjutnya…

Cahaya Cinta Dalam Gelapnya Lorong Telinga

Juni 11, 2010 2 komentar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja. Baca selanjutnya…