Beranda > Islam > Menjawab Lambang Bulan Sabit dan Bintang

Menjawab Lambang Bulan Sabit dan Bintang


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Pernahkah anda membaca atau mendengar pernyataan bodoh yang dilontarkan untuk menghina dan memfitnah Islam bahwa Islam sebenarnya menyembah Dewa Ur (Dewa Bulan)?

Seperti yang di kutib dalam buku karangan Robert Morey :

“Simbolisme DEWA BULAN adalah SABIT. Tetapi sabit bukanlah wujud aslinya (dalam keyakinan Arab).

Biasanya, di atap rumah ibadah (agama apapun) akan dipancangkan simbol dari sesembahan agama tersebut. Suatu misal, gereja. Di atas bangunan gereja, di kubahnya, biasanya ditaruh simbol salib. Kenapa salib? Karena Tuhannya Kristen adalah Yesus. Itulah kenapa di atas rumah ibadah orang Kristen dipasang simbol salib. Jadi, simbol yang dipasang di atas rumah ibadah adalah simbol Tuhannya agama tersebut.

Nah, sekarang mesjid sebagai tempat ibadahnya agama Islam. Di atas kubah masjid, juga demikian, dipasang simbol dari tuhannya agama Islam. Siapakah tuhannya Islam? Tuhannya Islam adalah allah swt. Maka dari itu, di atas kubah masjid dipasang tulisan Arab yang artinya “allah”. Dan di lain kesempatan, bisa juga tulisan itu diganti dengan simbol bulan sabit (dan bintang). Nah, ini artinya, SABIT adalah simbolnya allah swt.

Berdasarkan temuan sejarah, SABIT (plus bintang) adalah simbol dari DEWA BULAN. Jadi ini bukan kebetulan, tapi memang benar adanya bahwa allah swt yang disembah bangsa Arab khususnya Islam adalah DEWA BULAN.

Baiklah mari kita bahas asal muasal Lambang Bulan Sabit dan Bintang dalam Islam.

Ada beberapa versi pengamat sejarah mengatakan bahwa sebenarnya asal muasal lambang bulan bintang berasal dari lambang khilafah Islamiyah terakhir yang dimiliki umat Islam, yaitu Khilafah Turki Utsmani. Khilafah ini adalah warisan terakhir kejayaan umat Islam. Memiliki luas wilayah yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur dunia. Wilayahnya mencakup tiga benua besar dunia, Afrika-Eropa dan Asia. Ibukotanya adalah kota yang sejak 1400 tahun yang lalu telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai kota yang akan jatuh ke tangan umat Islam.

Rasulullah bersabda, “Qonstantinopel akan kalian bebaskan. Pasukan yang mampu membebaskannya adalah pasukan yang sangat kuat. Dan panglima yang membebaskannya adalah panglima yang sangat kuat..”

Berabad-abad lamanya umat Islam memimpikan realisasi kabar gembira Rasulullah itu. Namun sejak zaman Khilafa Rasyidah, Khilafah Bani Umayah hingga Khilafah Bani Abbasiyah, kabar gembira itu tidak pernah juga terealisasi. Memang sebagian Eropa sudah jatuh ke tangan Islam, yaitu wilayah Spanyol dengan kota-kotanya antara lain: Cordova, Seville, Granda dan seterusnya. Namun jantung Eropa belum pernah jatuh secara serius ke tangan Islam.

Barulah ketika Sultan Muhammad II yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi panglima, jatuhlah kota yang pernah menjadi ibu kota Eropa itu. Lewat pertempuran yang sangat dahsyat dengan menggunakan senjata paling modern di kala itu, yaitu CANON atau meriam yang sangat besar dan suaranya memiawakkan telinga, Muhammad Al-Fatih berhasil menjatuhkan kota konstantininopel itu dan menjadikannya sebagai ibu kota Khilafah Turki Utsmani. Serta menjadikannya pusat peradaban Islam.

Wilayahnya adalah tiga benua dengan semua peradaban yang ada di dalamnya. Saat itu bulan sabit digunakan untuk melambangkan posisi tiga benua itu. Ujung yang satu menunjukkan benua Asia yang ada di Timur, ujung lainnya mewakili Afrika yang ada di bagian lain dan di tengahnya adalah Benua Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota Islam.

Bendera bulan sabit ini adalah bendera resmi umat Islam saat itu, karena seluruh wilayah dunia Islam berada di bahwa satu naungan khilafah Islamiyah. Tidak seperti sekarang ini yang terpecah-pecah menjadi sekian ratus negara yang berdiri sendiri hasil dari jajahan barat. Wajar kalau lambang itu begitu melekat di hati umat dari ujung barat Maroko sampai ujung Timur Marauke. Inilah lambang yang pernah dimiliki oleh umat Islam secara bersama, bulan dan bintang. Dan lambang ini kemudian seolah menjadi lambang resmi umat Islam dan selalu muncul di kubah-kubah masjid. Dan kalau kita perhatikan, nyaris hampir semua kubah masjid di berbagai belahan dunia punya lambang ini.

Wallahu A’lam Bishshawaab ….

Kategori:Islam Tag:, , , ,
  1. Mau Tanya?
    Juni 5, 2012 pukul 16:45

    membahas kkemenangan islam tak ada satupun dari mereka yang komentar?? ada apa gerangan??

  2. ksatria..
    Oktober 20, 2013 pukul 05:37

    Terimakasih..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: