Beranda > Nabi Muhammad SAW > Menjawab : Apakah Aisyah Korban Pedofilia?

Menjawab : Apakah Aisyah Korban Pedofilia?


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Seorang pedofil pasti mencari-cari korban anak-anak di bawah umur untuk pelampiasan nafsunya. Sering kita temui pelaku pedofil berusia 68 tahun dan korbannya 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 12 tahun, dll yang namanya korban pedofil, PASTI TRAUMA atas kejadian pencabulan atau pemerkosaan para pedofil atas dirinya. Lalu, FFI menuduh Rasulullah.SAW sebagai pedofil karena menyetubuhi Aisyah.ra di usia belia (ada riwayat mengatakan 9 tahun ada juga yang 12 tahun) padahal hadits-hadits itu tidak menyatakan “menyetubuhi” melainkan “menikahi” dan Aisyah pun juga tidak digauli sampai masuk usia produktif.

Selain itu, apakah Aisyah termasuk korban pedofil? banyak riwayat justru menjelaskan sifat Aisyah yang pencemburu. Mana ada korban pedofil cemburu dengan wanita lain karena pelaku pedofilnya berdekatan pada wanita itu?

Ya, ini salah satu SKAK MAT buat FFI, di forum internasionalnya, seorang netter Muslim bernama ABI FATHAN (nick-nya di FFI Indonesia dan AFFI: MONTIR KEPALA) berdebat dengan Ali Sina soal ini.

sumber: http://www.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=45816&postdays=0&postorder=asc&start=165

point-point penting di sini:

Abi Fathan wrote :

i’ve Question for all FFI’s Netters …. ARE YOU SURE AISYA WAS A VICTIM of PEDOPHILE ?? HOw u sure ?…..

lalu Ali Sina menjawab, tentu saja dengan nick-nick kloningannya,

Ali Sina wrote :

Does really anyone have to answer this question? Isn’t it clear that when you violate the purity of a little child you are abusing her? It makes not different that the father of the child is a brain dead cultists who has lost all his rational faculty and is also part of this crime. The fact that deflowering a child is a heinous crime is self explanatory.
At the age of 18 she became a widow and as jealous and possessive was that criminal, he prohibited his wives to re-marry. Isn’t this a violation?:

” ‘Aisha added, “None of you could control his sexual desires as the Prophet could.”

I have shown in my book that Muhammad was impotent. He liked to go from one wife to another, visiting all of them in one night and doing nothing but fondling them. Why? It is because he was impotent. Muhammad had increases libido and decreased sexual power.

Abi Fathan menjawab:

Abi Fathan wrote :

You are completely Wrong ALI …!!!

Muhammad was not Impotent. He maried Aisya in 622 CE but in 628 CE Muhammad maried Marya Al Qibtiya and He got a child named Ibrahim ibn Muhammad.

Ali Sina lagi-lagi memutar otaknya:

Ali Sina wrote :

We can’t examine Aisha to determine the psychological effect of her abuse. However, Aisha is not our concern. What is the point of brining this old case is the fact that what Muhammad did is seen by Muslims as the right thing and even today children are abused sexually. We can easily measure the effect of this abuse because these victims are alive.

akhirnya, Abi Fathan mengeluarkan dalil kuat dari hadits yang selama ini SERING DIPAKAI FFI UNTUK MEMFITNAH RASULULLAH.SAW:

Abi Fathan wrote :

but you cannot judge Muhammad as Pedophile if u cannot give us the evidence that Aisya was his victim …

look at this naration :

Sahih Muslim, Book 008, Number 3451:
‘A’isha (Allah be pleased with her) reported: Never did I find any woman more loving to me than Sauda bint Zam’a. I wished I could be exactly like her who was passionate. As she became old, she had made over her day (which she had to spend) with Allah’s Messenger (may peace be upon him) to ‘A’isha. She said: I have made over my day with you to ‘A’isha. So Allah’s Messenger (may peace be upon him) allotted two days to ‘A’isha, her own day (when it was her turn) and that of Sauda.

PEDOPHILE’s VICTIM LIKES LONG-LIVE WITH HER ABUSER ??

AWESOME !!!

THINK PEOPLES !… AISYA was not Pedophile’s Victim because Aisya never got Sexual Abusement from a pedophile. NO SIGN OF THAT …! dont make slander !!! I never heard pedophile’s victim feel jealous !

Sahih Bukhari, Volumn 008, Book 073, Hadith Number 033.

Narated By ‘Aisha : I never felt so jealous of any woman as I did of Khadija, though she had died three years before the Prophet married me, and that was because I heard him mentioning her too often, and because his Lord had ordered him to give her the glad tidings that she would have a palace in Paradise, made of Qasab and because he used to slaughter a sheep and distribute its meat among her friends.

Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 062, Hadith Number 048.

Narated By Hisham’s father : Khaula bint Hakim was one of those ladies who presented themselves to the Prophet for marriage. ‘Aisha said, “Doesn’t a lady feel ashamed for presenting herself to a man?” But when the Verse: “(O Muhammad) You may postpone (the turn of) any of them (your wives) that you please,’ (33.51) was revealed, ” ‘Aisha said, ‘O Allah’s Apostle! I do not see, but, that your Lord hurries in pleasing you.’.”

THINK TWICE FOR MAKING SLANDER TO MUHAMMAD !!!

jadi jelaslah, AISYAH BUKAN KORBAN PEDOFIL DAN MUHAMMAD BUKAN SEORANG PEDOFIL…..

rasa cinta dalam hati Aisyah.ra terhadap Rasulullah.SAW sering membuatnya “agak cemburu” (bukan membuatnya “cemburu buta”)…. salah satu contohnya, Aisyah dalam beberapa sirah juga pernah cemburu kepada Khadijah.ra yang sudah wafat……….

mana ada korban pedofil mencintai sang pelaku pedofil??? mana ada korban pedofil cemburu melihat pelaku pedofil agak dekat dengan wanita lain…..

hahahaha….. SKAK MAT BUAT FFI…… ini salah satu artikel terbaik untuk menolak dugaan pedofilia Muhammad….. ga ada satupun yang bisa bantah jawaban ini….

bahkan di thread FFI International di atas di lock oleh moderator, cek di sini:
http://www.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=45816&postdays=0&postorder=asc&start=165

jangan mudah terpengaruh tipu daya orang-orang kafir! setan adalah musuh nyata kita!!!

  1. Mei 23, 2010 pukul 07:54

    betul,sungguh fitnah keji thd nabi Muhammad dan istri beliau Aisyah ra.,hasil imajinasi otak kotor dan kedengkian hati mereka sendiri.

  2. Yuliansyah
    Juni 24, 2010 pukul 19:04

    Tulisan ini saya angkat dari blog teman saya, mudah2an bermanfaat..

    Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya.
    Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
    BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
    Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, di samping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak men¬ceritakan hal ini.
    Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal di sana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua. Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : “Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq“
    (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al- ‘asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
    Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).
    KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
    KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
    pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
    610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
    620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
    622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
    623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
    BUKTI #2: MEMINANG
    Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun. Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya “(Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).
    Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M
    (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan ada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah
    berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya. KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
    BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
    Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw
    berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah “(Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh, 1978).
    Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
    KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
    BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’
    Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Z.
    ahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992). Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, > Al-jizah, 1933).
    Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian,
    atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun”
    (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933). Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 atau 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow). Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).
    Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun. ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
    Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun.
    Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
    BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
    Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].” Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang
    Uhud and Badr.
    Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”
    Berdasarkan riwayat di atas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud
    KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Di samping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
    BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
    Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).
    Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. j. Jka Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat di atas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
    Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

  3. Peace
    Maret 18, 2012 pukul 23:06

    Jika ia suka Aisyah boleh ambil ia sebagai anknya kenapa haruslah khawinnya. Ini membukti Muhammad gila sex sampai budak perempuan pun mau

  4. September 13, 2012 pukul 13:18

    I usually do not leave a response, but after reading some of the comments here Menjawab : Apakah Aisyah Korban Pedofilia? Islam Answered.
    I actually do have 2 questions for you if you do not mind.
    Could it be simply me or do some of these remarks look as if they are left by
    brain dead people?😛 And, if you are posting at other online sites, I’d like to follow everything new you have to post. Could you post a list of the complete urls of your social community pages like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

  5. November 7, 2012 pukul 11:18

    Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you writing this write-up and the
    rest of the website is really good.

  6. Desember 16, 2012 pukul 16:52

    It’s remarkable in support of me to have a website, which is beneficial in support of my know-how. thanks admin

  7. Januari 24, 2013 pukul 10:46

    Hi there! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be ok. I’m undoubtedly enjoying
    your blog and look forward to new posts.

  8. September 27, 2014 pukul 02:42

    Hurrah! At last I got a webpage from where I can truly get useful data regarding my study and knowledge.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: